Pada suatu hari, seorang narapidana separuh baya akan dihukum mati karena terbukti mengedarkan narkoba di panti jompo.
Sebelum narapidana tersebut di eksekusi oleh algojo, hakim menanyakan permintaan terakhir sang narapida.
"Apa permintaan terakhir kamu sebelum dieksekusi?" tanya hakim.
"Sa-Saya ingin menghadiri wisuda anak saya menjadi sarjana Pak Hakim." jawab narapidana.
Sang hakim tersentak, tiba-tiba dia teringat pada anak sulungnya yang akan segera menamatkan kuliahnya. Ia lalu membayangkan bagaimana perasaan anaknya apabila ia tidak bisa hadir saat anaknya diwisuda.
"Baik. Permintaanmu kukabulkan. Cepat sebutkan tanggalnya!"
"Belum tahu pak." jawab narapidana polos.
"Apa? Kalau begitu cepat hubungi anakmu!" perintah hakim.
"Saya yakin, dia juga tidak tahu pak."
"Apa maksudmu? Kalau begitu hubungi universitasnya! Dia kuliah dimana? UI? ITB? UGM?" hakim mulai tak sabar.
"Bukan pak. Dia masih di TK." jawab narapidana kalem.
No comments:
Post a Comment